Universitas Mulawarman Samarinda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Latar Belakang

LATAR BELAKANG

Program Studi Magister (S2) Ilmu Kehutanan (PSMIK) telah dibuka sejak tahun 1993 dengan SK Dirjen Pendidikan Tinggi no. 103/DIKTI/Kep/1993 tanggal 27 Februari 1993. Dimensi kehutanan di abad milenium dan era industrialisasi telah menerobos dinding batas ilmu kehutanan yang saling kait mengait dan berpengaruh antara yang satu dengan lainnya, sehingga hutan dan kehutanan tidak hanya bisa ditangani dengan ilmu kehutanan saja, tetapi juga dengan ilmu-ilmu lainnya yang erat kaitannya dengan hutan dan kehutanan.

Pada era globalisasi ini sangat dibutuhkan tenaga kerja yang handal, baik secara akademis maupun profesional untuk mampu bersaing dalam bursa kerja dan apalagi dihadapkan kepada kondisi hutan dan kehutanan serta lingkungannya yang saat ini sedang terjadi, maka PSMIK selalu berbenah diri dan siap untuk menerima masyarakat yang berminat mengikuti pendidikan di PSMIK Unmul.

Program Studi Magister (S2) Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman

Konsentrasi Studi Managemen Pesisir

Wilayah pesisir, daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut, merupakan kawasan yang paling padat dan produktif di dunia. Sekitar 60% dari jumlah penduduk dunia berada pada daerah 60 km dari garis pantai. Dua per tiga kota-kota di dunia dengan penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa berada di pesisir (UNESCO, 1993). Di Indonesia hampir sebagian kota-kota besar lebih dari 60% penduduknya bermukim di pesisir.           

            Provinsi Kalimantan Timur memiliki keunggulan sumberdaya pesisir dan laut (coastal and marine resources) meliputi ikan dan biota perairan lainnya, terumbu karang, padang lamun dan ekosistem mangrove. Panjang pantai (coastline) di wilayah ini sekitar 1.185 km dengan 122 pulau-pulau kecil dan luas perairan laut sepanjang 12 mil sekitar 135.380,9 km2. Kondisi dan potensi kekayaan alam yang sangat bernilai di wilayah pesisir ini harus dikelola dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan (on sustainable basis management approach) untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

             Namun pembangunan multisektoral yang terjadi di kawasan ini faktanya telah memberikan akibat yang signifikan terhadap kualitas lingkungan tersebut. Di satu sisi berdampak positif terhadap penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain berdampak negatif terhadap laju degradasi sumberdaya pesisir dan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir. Praktik kegiatan perikanan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) dan destructive fishing seperti bom dan bahan beracun masih banyak dilakukan dan telah berdampak serius terhadap kelangsungan ekosistem pesisir dan laut.

                Oleh karena itu diperlukan perbaikan yang mendasar di dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan sumberdaya pesisir. Penguasaan ilmu manajemen pesisir menjadi sangat penting bagi segenap pihak yang sedang dan akan terlibat dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut khususnya di Indonesia. Sebagai tindak lanjut dari upaya pengelolaan tersebut maka Universitas Mulawarman membuka pendidikan Pascasarjana (S2) Manajemen Pesisir (coastal management).